Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Januari 2011 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Perikop ayat 1-12 dari Yakobus 4, Lembaga Alkitab Indonesia memberi tema “Hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia”, dibatasi ayat 1-10. Dalam Alkitab King James Version ayat 1-12 diberi tema “Penyerahan diri kepada Tuhan”. Tubuh, jiwa, dan roh, semua diserahkan kepada Allah. Tubuh membutuhkan sarana seperti rumah, uang, tempat tidur, makanan, dan lain-lain; jiwa ingin senang, pintar; roh merupakan terminal untuk menghubungkan Allah dan kita. Banyak orang hanya menyerahkan rohnya saja kepada Tuhan, mencari hiburan yang menyimpang. Menjadi perenungan dalam rangka kita menyerah pada Tuhan, yang kita makan apakah halal atau tidak, yang menghibur apakah benar atau tidak.

Kenapa sampai Yakobus 4:1-12 diberi tema Penyerahan diri kepada Tuhan? Karena terdapat persoalan-persoalan yang tiap hari kita lihat bahkan terlibat di dalamnya, tidak terbatas waktu. Persengketaan, pertengkaran, iri hati, pembunuhan, fitnah; ada 5 virus penyakit yang paling berbahaya yang merusak pertumbuhan, pembangunan iman hidup kudus.

Yakobus penulis kitab ini adalah saudara kandung Yesus secara jasmani; dia gembala pertama (murid/pendatang baru) di Yerusalem yang jemaatnya ribuan; dia juga sebagai ketua umum dalam konferensi pertama yang diadakan di Yerusalem. Roh Allah mendorong Yakobus untuk menulis penyakit-penyakit rohani yang mau merusak pembangunan dan pertumbuhan iman dan untuk menangani secara fisikal tidak mampu kecuali menyerah kepada Tuhan.

Yakobus 4:1 - Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

Berbicara soal sengketa dan pertengkaran ini mempengaruhi hati, pikiran, memori kita dan pengaruhnya bisa mencemari, meracuni hati, pikiran, memori kita. Bila kasus ini disamakan dengan lahan bangunan yang sedang dibangun maupun lahan pertanian yang tanamannya sedang dirawat, akan terjadi bahaya tanah longsor, bencana, bahaya buat tanaman dan pembangunan juga bisa tertutup. Karena itu Yakobus menasihati supaya tidak tertimpa bahaya ini, serahkan segala sesuatu kepada Tuhan.

Ketika kita menghadapi bencana-bencana yang merusak pertumbuhan/pembangunan iman kita Yakobus mengatakan: Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu... (Yakobus 4:7-8). Alkitab memberitahu dengan jelas/vulgar kekacauan-kekacauan, kehancuran-kehancuran yang pernah menimpa bumi. Yesaya 24:3-4 merupakan bahasa nubuatan yang akan terjadi di hari kiamat yang tidak pernah terpikir dalam benak kita, fenomena-fenomena alam terjadi, kita melihat proses-proses menakutkan; namun Roh Allah mendorong Yakobus memunculkan ini karena di awal zaman ini pernah terjadi.

Lukas 10:18 - Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.” Kilat = ada unsur api, ledakan gemuruh yang dahsyat ketika Iblis dicampakkan ke bumi, susunan tata surya meledak ketika Iblis masuk ke perut bumi, ini fakta ilahi yang terjadi. Bumi ibarat rumah rubuh, hancur total, tanaman habis dimakan api. Persengketaan, pertengkaran rasanya tidak usah diundang, di saat yang tidak diduga bisa terjadi; itu sebabnya Yakobus berkata mendekatlah kepada Tuhan, jangan beri kesempatan pada Iblis. Ketika Iblis masuk ke bumi, bumi meledak, bumi berubah menjadi campur baur. Kita ditahbiskan menjadi bangsa yang besar, jangan izinkan Iblis masuk dan merusak.

Roma 5:19 - Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. Sebelum Hawa membuka diri untuk Iblis, Yesaya 11:6-8 merupakan potret hidup ketika Yesus datang kedua kalinya tapi potret ini sudah ada ketika manusia belum jatuh dalam dosa, manusia di tempatkan di taman Eden. Yehezkiel memberikan informasi Tuhan menempatkan manusia di gunung kudusnya Allah. Di gunung kudus Allah, ketika dosa belum masuk ke manusia, semua itu indah sebab di taman Eden begitu aman (serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing, anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama,...) sebab berada di kekudusan Allah; tapi ketika Iblis masuk gunung berubah menjadi tempat yang menakutkan, tidak ada yang membuat nyaman pada waktu Iblis masuk.

Kita ditetapkan menjadi bangsa yang besar sekalipun faktanya mungkin kita gagal, datang pada Tuhan, serahkan dan lepaskan pada Tuhan. Tahun ini tahun percepatan karena Allah kita adalah Allah percepatan untuk menggenapi janjiNya pada kita. Ketika kita serahkan pada Tuhan, tutup celah yang masih terbuka, jangan beri kesempatan pada Iblis.

Amin.

 
 

Jadwal Ibadah Minggu

06:00  Kebaktian Minggu Pagi
09:30  Kebaktian Minggu Siang
18:00  Kebaktian Minggu Malam

Doa Pagi setiap hari
05.00 - 06.00 Sesi I
07.00 - 08.00 Sesi II

 

Sekilas

GPdI Church on The Way

Jl. S. Parman 20 A
Temanggung, Indonesia
56214
Telp : +62-293-491231

Gembala Sidang :

Pdt. Frans Z. Assa

 

 

 

 
 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack