Ringkasan Khotbah Minggu Siang, 28 Oktober 2012 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Kalau firman Allah menjadi rhema dalam hidup seseorang, firman Allah yang didengar menjadi living sound (suara kehidupan) yang akan mengatur hidupnya sekalipun yang didengar itu tidak masuk akal, ia akan tetap lakukan firman.

Kisah Para Rasul 2:47 - sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Setelah Yesus bangkit dan naik ke sorga, ketika Petrus berkhotbah ada tiga ribu orang bertobat, orang-orang ini menjadi jemaat pertama dan mereka disukai/diharapkan banyak orang. Kalau kita berbicara tentang disukai banyak orang mungkin kita berpikir dari sisi pendidikan, karir atau posisinya cemerlang sehingga disukai banyak orang, padahal dalam firman Allah kenyataannya mereka adalah orang-orang biasa yang tidak terpelajar (Kisah Para Rasul 4:13). Data-data ini merupakan ayat profetik bagi kita di akhir zaman, jangan minder kalau kita pemodal kecil, asal punya kemauan di dalam Yesus, memang persaingan ketat tapi Tuhan sudah janjikan berkat, kita akan mengembang ke kanan dan ke kiri. Latar belakang jemaat pertama secara logika tidak mungkin disukai banyak orang.

- Pada zaman Musa.

Keluaran 32:7-9. Empat puluh lima hari setelah bangsa orang Israel keluar dari Mesir, mereka tiba di gunung Sinai dan Musa naik ke gunung Sinai; lima hari kemudian Musa menerima dua loh batu yang berisi sepuluh hukum Allah. Musa masih tinggal di sana selama tiga puluh lima hari, Musa mulai menulis kitab Kejadian, membuat skema untuk membangun Tabernakel sesuai dengan yang Tuhan perlihatkan.

Kejadian 32:1, orang Israel mendesak Harun untuk membuat patung lembu emas. Belum genap tiga bulan mereka keluar dari Mesir, mereka baru saja mengalami mujizat, laut Kolsom terbelah, air pahit di Mara berubah menjadi manis, tapi mereka malah membuat dan menyembah patung seperti yang dilakukan orang-orang Mesir karena merasa Musa terlalu lama berada di atas gunung Sinai dan mereka beralasan tidak tahu nasib Musa di sana. Nyata-nyata Tuhan perlihatkan mujizat kepada bangsa ini, mereka nyaman waktu berjalan di dasar laut Kolsom, Tuhan fasilitasi mereka sampai di seberang laut Kolsom sehingga kasut tidak berlumpur, tapi waktu Musa di atas gunung, berdoa, berhubungan dengan Tuhan, mereka mendesak Harun untuk membuat patung lembu emas. Karakter bangsa ini mudah lupa mujizat Tuhan.

Keluaran 32:20,28, ketika genap empat puluh hari empat puluh malam turunlah Musa dan mendapati bangsanya menari, menyembah patung lembu emas, Musa begitu gemas, bangsanya begitu mudah melupakan mujizat Tuhan, di hari itu tiga ribu orang tewas.

- Pada zaman raja-raja.

II Tawarikh 36:15,16. Ketika orang Israel diijinkan mempunyai raja, mereka menentang, membelokkan firman Allah. Tanah yang di tahun ke tujuh tidak boleh diolah tetap mereka olah dan hasil panen yang seharusnya untuk orang-orang miskin, mereka serahkan ke istana untuk biaya pendidikan militer dan membeli persenjataan; tahun ke tujuh sebenarnya untuk Tuhan, tanah diistirahatkan. Masa raja-raja selama empat ratus sembilan puluh tahun, berarti di antara empat ratus sembilan puluh tahun itu ada tujuh puluh tahun untuk Tuhan tapi mereka ambil sendiri. Hak Tuhan seharusnya dikembalikan pada Tuhan.

Yeremia 25:9, karena pelanggaran bangsa ini selama tujuh puluh tahun dipakai untuk diri sendiri maka Tuhan tuntut untuk membayar dengan cara Tuhan lepaskan mereka untuk diinjak-injak oleh Nebukadnezar --raja Kafir tapi Tuhan angkat menjadi hamba-Nya untuk menghajar mereka-- karena mereka tidak mau dengar apa yang disampaikan imam dan nabi.

Matius 23:27,28, Yesus berkata tentang bangsa ini mereka bangsa yang keras, munafik seperti kuburan yang di luarnya dilabur putih tapi di dalamnya penuh tulang belulang; pada zaman Musa mereka cepat lupa terhadap perbuatan dan mujizat Allah; pada zaman raja-raja mereka belokkan firman Allah. Bagaimana mungkin mereka kemudian disukai banyak orang?

Kembali ke Kisah Para Rasul 2:47, secara nalar bangsa ini tidak mungkin menjadi bangsa yang baik, tapi setelah Roh Kudus dicurahkan, mereka disukai banyak orang. Disukai = charis - bahasa Yunani (berarti anugerah, selalu berhubungan dengan kemurahan Allah), tapi charis di sini berhubungan dengan perilaku (= sweetness; ramah); perilaku yang bila berjumpa dengan seseorang mereka memberi rasa tenang, nyaman sehingga diharap-harap oleh banyak orang.

Persoalannya, kapan orang-orang ini yang pada zaman Musa mudah melupakan mujizat Tuhan, zaman raja-raja membelokkan firman Allah tapi pada zaman rasul-rasul disukai banyak orang?

II Korintus 5:17. Kejadian 26:13,14. Sejak karakter lama mereka tinggalkan dan firman Allah menjadi rhema, living sound (suara kehidupan) sehingga firman mengubah hidup mereka. Bagi Allah tidak ada yang mustahil, oleh firman menjadi ciptaan baru, mereka menjadi orang yang disukai oleh banyak orang.

Amin.

 
 

Jadwal Ibadah Minggu

06:00  Kebaktian Minggu Pagi
09:30  Kebaktian Minggu Siang
18:00  Kebaktian Minggu Malam

Doa Pagi setiap hari
05.00 - 06.00 Sesi I
07.00 - 08.00 Sesi II

 

Sekilas

GPdI Church on The Way

Jl. S. Parman 20 A
Temanggung, Indonesia
56214
Telp : +62-293-491231

Gembala Sidang :

Pdt. Frans Z. Assa

 

 

 

 
 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack