Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 11 Maret 2012 - Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Bahwa kemenangan dan masa depan disiapkan, diberikan kepada mereka yang mempunyai sayap.

Amsal 1:17 - Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang bersayap.

Berapa banyak kali kita terjebak oleh jaring--kecewa, sakit hati, gagal, kebimbangan, penyakit, merasa sendiri, kecewa dengan keadaan. Jaring sedahsyat apa pun juga yang dibentangkan itu percuma kalau orang percaya punya sayap. Setiap hari ada saja jaring, jebakan yang Iblis letakkan di depan kita, dan berapa banyak kali anak Tuhan terjebak. Kalau kita punya sayap, kemenangan dan masa depan yang terbaik sudah Tuhan siapkan untuk kita.

Bagaimana caranya dan siapa saja yang bisa memiliki sayap?

Wahyu 11:11-12, ada dua saksi, penginjil yaitu Musa dan Elia yang Tuhan siapkan khusus untuk orang Yahudi di Yerusalem yang akan datang nanti pada masa tiga setengah tahun aniaya antikris, mereka akan menginjil bukan untuk orang-orang yang tertinggal. Itu kesempatan bagi orang Yahudi yang belum terima Yesus, saat itu gereja sudah disingkirkan ke padang belantara. Wahyu 11:7-10, setelah genap waktunya, Musa dan Elia akan dibunuh oleh antikris, mereka adalah martir terakhir. Mayat mereka digeletakkan di jalan raya kota Sodom dan Mesir; antikris tidak mengijinkan mayat mereka disingkirkan atau dikuburkan, mereka sengaja pertontonkan kepada dunia. Mereka yang ada di muka bumi bergembira, bersukacita, berpesta. Tiga setengah hari kemudian Musa dan Elia mendengar suara dari sorga berkata: “Naiklah kemari!” Lalu naiklah Musa dan Elia yang selama tiga setengah hari ditonton oleh dunia, mereka bangkit, hidup lalu naik ke langit.

Musa dan Elia mempunyai sayap. Sebelum dua saksi ini diijinkan untuk mati Wahyu 11:6 mengatakan mereka mempunyai karunia yang berbeda, Elia punya kuasa untuk menutup langit supaya tidak turun hujan selama mereka menginjil (Yakobus 5:17); dan Musa punya tongkat pemukul, Musa diberi kuasa atas air (Keluaran 7:20). Apapun yang kita miliki dan terima dari Tuhan ketika kita bersyukur dan serahkan pada Tuhan maka itu menjadi kepunyaan Tuhan, kita bisa goncangkan dunia. Ketika Musa mendengar, menaati firman Allah maka ketika Musa memukul air, air berubah menjadi darah. Masa depan, kemenangan itu milik mereka yang punya sayap.

Sayap yang bagaimana yang Musa dan Elia miliki sehingga sekalipun mereka berada di zaman yang begitu sukar bahkan lingkungan tidak mendukung tapi mereka bisa terbang, naik?

- Musa. Ibrani 11:25-26.

Musa mempunyai komitmen, pendirian iman, Musa lebih senang menderita bersama Yesus daripada bersenang-senang dengan kenikmatan dunia ini; ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir--ini sayap. Musa punya sayap, menghadapi kritikan, pandangannya terus ke depan dan pandangannya hanya kepada pahala (Filipi 3:13-14). Iblis menjebak dan meletakkan jaring supaya kita berhenti, tapi pandang terus ke depan, Tuhan ada di depan kita, Tuhan angkat dan berikan sayap sehingga kita bisa terbang.

- Elia. Yakobus 5:17.

I Raja-raja 18:36-38, Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, tapi Elia berdoa sungguh-sungguh, delapan belas detik turunlah api dari langit, mujizat terjadi. I Raja-raja 18:31-34, sayap yang dimiliki oleh Elia, ada enam perkara yang Elia kerjakan: di atas gunung ia berusaha mencari dua belas batu; batu-batu disusun menjadi mezbah; ia menggali parit sekelilingnya; ia naik-turun gunung mengambil air dan mengisi penuh dengan air; ia menyusun kayu; korban dipenggal-penggal; setelah diletakkan di atas mezbah ia menuangkan 4 buyung air dan dilakukan 3 kali = 12 buyung. Elia berusaha dan berdoa dengan sungguh-sungguh (Filipi 2:12), Elia ketika ia mau berdoa, ia siapkan semua yang terbaik.

Orang yang berkemenangan adalah orang yang punya sayap. Amsal 1:17, apakah kita sudah terjebak dengan ‘jaring’ penyakit, kecewa, kegagalan, dan sebagainya? Kalau kita punya sayap, kita akan terbang tinggi dengan kemenangan, masa depan yang dari Tuhan.

Amin.

 
 

Jadwal Ibadah Minggu

06:00  Kebaktian Minggu Pagi
09:30  Kebaktian Minggu Siang
18:00  Kebaktian Minggu Malam

Doa Pagi setiap hari
05.00 - 06.00 Sesi I
07.00 - 08.00 Sesi II

 

Sekilas

GPdI Church on The Way

Jl. S. Parman 20 A
Temanggung, Indonesia
56214
Telp : +62-293-491231

Gembala Sidang :

Pdt. Frans Z. Assa

 

 

 

 
 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack