Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

Matius 25:25

 

Alangkah berbahayanya sikap rendah diri yang berlebihan. Orang yang merasa hanya memiliki satu talenta dalam kehidupannya, cenderung bersikap: Saya ini kecil, tidak ada apa-apanya. Saya ini tidak bisa berbuat apa-apa. Saya ini bodoh. Saya ini ya hanya seperti ini. Inferiority –rasa rendah diri semacam ini awalnya hanyalah merupakan sebuah bentuk dari sikap ketakutan dan kekuatiran menghadapi kenyataan, yang kemudian dicoba untuk ditutup-tutupi dengan logika bahasa. Namun, pada akhirnya kebanyakan dari orang-orang yang mengidap penyakit kejiwaan ini, mereka merasa enjoy lalu menikmati rasa Inferiority mereka karena hal itu dalam waktu sedikit lebih panjang telah menjadi sebuah kebiasaan hidup bagi mereka.

Alasannya, mungkin saja karena dengan sikap inferiority mereka itu, mereka merasa lebih diterima di dalam lingkungan mereka. Mungkin juga dengan bersikap inferiority, mereka bisa mendapatkan simpati dan perhatian dari orang lain. Atau dengan berkata-kata mengenai segala hal yang menyangkut perasaan inferiority mereka, mereka lalu merasa bahwa hal itu merupakan sebuah bukti dari sikap yang rendah hati.

Padahal hal semacam itu sesungguhnya adalah hal-hal yang salah menurut pandangan firman Tuhan. Inferiority sebenarnya cenderung melecehkan anugerah yang telah Bapa berikan kepada setiap kita, daripada mensyukurinya. Setiap orang mempunyai kekurangan, dan jangan lupa setiap orang juga memiliki kelebihannya. Inferiority berkembang kuat biasanya dalam konsep diri yang keliru. Orang yang bolak-balik gagal, biasanya mengecap dirinya sebagai orang gagal. Orang yang belum memiliki pasangan hidup, biasanya mempunyai konsep diri yang keliru, bahwa dirinya tidak laku. Inferiority akan melemah jika kita memiliki konsep yang benar mengenai siapa diri kita di hadapan Tuhan.

Jangan pernah lagi kita pelihara inferiority complex karena inferiority merupakan penyakit kejiwaan. Janganlah lagi kita suka menganggap, kita ini seperti lilin kecil, untuk urusan kecil, di kamar kecil, kena angin kecil, matilah… Pikiran bawah sadar kita selalu mengatakan kecil itu kalah, kecil itu tidak berdampak, kecil itu (maaf kata!) upil!” Hati-hatilah dengan inferiority complex! (Nug)*

 
 

Jadwal Ibadah Minggu

06:00  Kebaktian Minggu Pagi
09:30  Kebaktian Minggu Siang
18:00  Kebaktian Minggu Malam

Doa Pagi setiap hari
05.00 - 06.00 Sesi I
07.00 - 08.00 Sesi II

 

Sekilas

GPdI Church on The Way

Jl. S. Parman 20 A
Temanggung, Indonesia
56214
Telp : +62-293-491231

Gembala Sidang :

Pdt. Frans Z. Assa

 

 

 

 
 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack